Sabtu, 23 Oktober 2010

Bunga Tapak Dara



Klasifikasi

Kerajaan              : Plantae
Divisi                      : Magnoliophyta
Kelas                     : Magnoliopsida
Ordo                      : Gentianales
Famili                    : Apocynaceae
Genus                   : Catharanthus
Spesies                 : C. roseus
Nama binomial  : Catharanthus roseus

Tapak dara adalah perdu tahunan yang berasal dari Madagaskar, namun telah menyebar ke berbagai daerah tropika lainnya. Nama ilmiahnya Catharanthus roseus Don. Di Indonesia tumbuhan hias pekarangan ini dikenal dengan bermacam-macam nama, seperti di disebut sindapor (Sulawesi), dan kembang tembaga (bahasa Sunda). Orang Malaysia mengenalnya pula sebagai kemunting cina, pokok rumput jalang, pokok kembang sari cina, atau pokok ros pantai. Di Filipina ia dikenal sebagai tsitsirika, di Vietnam sebagai hoa hai dang, di Cina dikenal sebagai chang chun hua, di Inggris sebagai rose periwinkle, dan di Belanda sebagai soldaten bloem.
Perdu kecil tahunan, berasal dari Amerika Tengah. Tumbuh baik mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan ini menyukai tempat-tempat yang terbuka, tapi tak menutup kemungkinan bisa tumbuh di tempat yang agak terlindung pula. Habitus perdu tumbuh menyamping, Tinggi tanaman bisa mencapai 0,2-1 meter. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau, tersusun menyirip berselingan. Panjang daun sekitar 2-6 cm, lebar 1-3 cm, dan tangkai daunnya sangat pendek. Batang dan daunnya mengandung lateks berwarna putih.

Bunganya aksial (muncul dari ketiak daun). Kelopak bunga kecil, berbentuk paku. Mahkota bunga berbentuk terompet, ujungnya melebar, berwarna putih, biru, merah jambu atau ungu tergantung kultivarnya. Buahnya berbentuk gilig (silinder), ujung lancip, berambut, panjang sekitar 1,5 - 2,5 cm, dan memiliki banyak biji.
Khasiat
Bunga dan daunnya berpotensi menjadi sumber obat untuk leukemia dan penyakit Hodgkin. Kandungan bahan kimianya adalah vincristine, vinblastine, reserpine, ajmalicine, dan serpentine. Kandungan lainnya adalah catharanthine, leurosine, norharman, lochnerine, tetrahydroalstonine, vindoline, vindolinine, akuammine, vincamine, vinleurosin, dan vinrosidin. Berbagai alkaloid ini beracun. Tanda-tanda keracunan tapak dara adalah demam, loya, dan muntah-muntah dalam tempo 24 jam. Tanda-tanda yang lain adalah neuropati, kehilangan refleks tendon, berhalusinasi, koma, dan kematian.
Budidaya
Untuk perawatannya, tapak dara tidak menuntut perawatan khusus. Asal disiram dan diberi pupuk, sudah cukup. Pada awal pertumbuhan, gunakan pupuk yang kandungan nitrogennya tinggi, atau pupuk daun yang disemprotkan pada permukaan bawah daun di pagi hari. Kemudian, ketika tanaman mulai berbunga, untuk merangsang pembungaan, dapat digunakan pupuk yang memiliki kandungan fosfor tinggi. Nah, jika rajin merawat, tentulah dijamin tapak dara akan berbunga sepanjang tahun.

THOMAS ALVA EDISON


Thomas Alva Edison pernah dijuluki sebagai raja penemu karena begitu banyak penemuannya. Tapi yang paling terkenal adalah penemuan lampu pijar, tahun 1879.
Thomas lahir pada tanggal 11 februari tahun 1847 di kota Milan,Ohio, Amerika. Masa kecilnya hanya mengenyam bangku sekolah selama 3 bulan dan segera dikeluarkan dengan alasan terlalu idiot. Karena itu, ibunya  mengajarkan sendiri dirumah. Kebetulan profesi ibunya adalah guru. Menjelang remaja, Edison mulai berpindah-pindah tempat.
Edison pernah berkata : “ Bakat adalah 1 % ide ditambah 99% kerja keras.” Seumur hidup Edison bekerja keras dan ulet. Konon ia bekerja 18-20 jam sehari. Diantara barang yang ditemukannya adalah mesin telegraf perekam , mesin telegraf huruf otomatis , telepon , aki , kabel , film , piringan hitam tabung , dan lain sebagainya. Dia juga menemukan sistem pengorganisasian laboratorium sebagai industri, yang akhirnya tahun 1890 melahirkan perusahaan General Electric Company. Sejarah mencatat, Thomas Alva Edison penemu terbesar di dunia dengan lebih dari 3000 penemuan. Dia juga pernah menemukan 400 macam penemuan dalam waktu 13 bulan.
Tetapi, melewatitahun 1920-an kesehatannya kian memburuk dan akhirnya meninggal duniapada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun.
Untuk menghormatinya sebagai penemu lampu pijar,seluruh Amerika memadamkan lampu pada pukul 22.00 tepat pada tanggal 21 Oktober 1931.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Sinopsis ke-2

Judul         : Oleh-Oleh Dari Singapura
Pengarang : Aida Hakim

              Vivi adalah sahabatku. Setiap Paman Adi pergi ke luar negeri, pasti Vivi selalu mendapat oleh-oleh. Kali ini, Paman Adi pergi ke Singapura dan ia memberikan seperangkat alat tulis bergambar Wnnie The Pooh. Dan aku paling suka dengan penggarisnya. Di dalam penggaris itu terdapat manik-manik  yang lucu. Sudah 2 hari, Vivi menunjukkan alat tulis Winnie The Pooh itu, tiba-tiba Vivi kaget karena penggarisnya hilang. Sebelumnya, Vivi mengira penggaris itu tertinggal di rumahnya, setelah di cari ternyata tidak ada. Vivi menyuruhku untuk mencari di buku-bukuku karena mungkin terselip. Sebenarnya ia tidak menuduhku. Setelah sampai di rumah, aku memandangi penggaris Winnie The Pooh yang dimiliki Vivi. Sebenarnya, penggaris itu tidak hilang, tetapi aku yang mengambilnya waktu tertinggal 2 hari yang lalu di mejanya. Pertamanya, aku ragu untuk mengembalikan ke Vivi, karena Vivi sahabatku yang baik, aku putuskan akan mengembalikannya besok.

Jumat, 08 Oktober 2010

Berita

Kehabisan Stock Vaksin

                Kehabisan stock vaksin di 23 Provinsi dari 33 Provinsi di Indonesia. Bahkan Dinas Kesehatan sudah memeriksanya di 23 Provinsi tersebut. Kejadian ini terjadi di awal Februari. Maka dari itu, saat ini sedang dilakukan proses tender, walaupun proses ini belum selesai. Kejadian ini terjadi karena vaksin anggaran tahun 2006 sudah habi. Dan di Bandung, Jawa Barat stock vaksin sudah hampir habis , walaupun masih ada beberapa vaksin yang masih tersedia. Walau begitu, vaksin DPTHB masih ada untuk 3 bulan ke depan.
1. Apa yang terjadi ?  Kehabisan stock vaksin di 23 Provinsi di Indonesia.
2. Siapa yang telah memeriksa vaksin di provisi-provinsi tersebut ? Dinas Kesehatan.
3. Kapan terjadi peristiwa itu ? Awal Februari.
4. Di mana vaksin telah habis ? Di 23 Provinsi.
5. Bagaimana cara menanggulanginya ? Proses tender sedang dilakukan, tetapi belum selesai.
6. Mengapa peristiwa itu terjadi ? Karena vaksin anggaran tahun 2006 habis dan proses tender belum selesai.

Kamis, 07 Oktober 2010

Pengumuman

Pengumuman

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepada para peserta ekskul futsal, diharapkan datang untuk latihan persiapan Futsal Cup yang akan dilaksanakan pada :

hari dan tanggal    : Minggu, 10 Oktober 2010
waktu                   : Pukul 08.00 s.d 12.00
tempat                 : Lapangan sekolah

Demikian pengumuman ini saya sampaikan. Terima Kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


                                                                                     Pembimbing Ekskul Futsal

Puisi

Cinta Demokrasi

Wahai Pahlawanku .....
Engkau telah gigih menegakkan demokrasi
Engkau telah membangun negeri ini
Dengan demokrasi


                                                                Oh Pahlawanku .....
                                                                Dengan perjuangan,negara ini bangun
                                                                Dengan semangatmu,negara ini bangkit
                                                                Perjuangan demokrasimu takkan kami lupakan
Hai Pahlawanku .....
Atas keberanianmu berdemokrasi
Kami sadar,kamijuga harus berdemokrasi
Dengan keberanianmu sepertimu


                                                                   Pahlawan .....
                                                                   Terima kasih atas jasa-jasa demokrasimu
                                                                   Kami berjanji,kami akan selalu berdemokrasi
                                                                   Untuk Indonesia yang lebih baik

Selasa, 05 Oktober 2010

Sinopsis

Judul        : Petasan
Pengarang : Benny Ramdani

            Suatu hari, cuaca di luar tampak cerah, tetapi wajah Tika kelihatan mendung. Pelan-pelan, ia mendekati kakaknya yang bernama Yani yang sedang sibuk dengan komputernya. Ternyata Tika hanya mau bicara kalau dia mau ikut Sholat Tarawih di kampus kakaknya. Saat bicara pada kakaknya, ia merasa kecewa, Tika mendapat jawaban kalau dia tidak boleh ikut Sholat Tarawih di kampus kakaknya. Tika menangis dan mengancam kalau dia tidak mau Sholat Tarawih lagi. Akhirnya Yani tidak tega melihat adiknya menangis dan akhirnya Yani membatalkan Sholat Tarawih di kampus, ketika di tanya alasan kenapa tidak berani Sholat Tarawih di masjid dekat rumahnya ? Ternyata alasannya karena takut terkena lemparan petasan. Menjelang buka puasa, 2 orang teman sekampus Yani datang berkunjung, mereka hanya mau mencicipi kolak pisang buatan Ibunya Yani. Akhirnya kedua temannya di ajak pergi Sholat Tarawih.

               Di perempatan jalan, Tika melihat segerombolan laki-laki yang di pimpin oleh Ucup yang sedang siap-siap mengganggunya. Tapi, tak satupun diantara mereka yang mulai menyalakan petasan. Sampai di masjid, mereka aman tidak diganggu oleh gerombolan Ucup. Tapi ternyata dugaan Tila meleset, pulang dari masjid di perempatan jalan gerombolan Ucup menyalakan petasan rentet. Tar........ . Suara petasan rentet itu terdengar keras saat menyala. Yang membuat Tika panik, teman kakaknya yang bernama Lisa sedang memegang dadanya, kemudian terjatuh pingsan. Mereka bertiga berteriak minta tolong, kejadian itu berlanjut hingga esok harinya, entah siapa yang melaporkannya, Ucup dan gerombolannya mendapat teguran langsung dari Pak RT. Sehingga Ucup sudah tidak berani lagi bermain petasan. Tika berterima kasih kepada Kak Yani. Sekarang Tika pergi Sholat Tarawih tanpa gangguan petasan. Sementara Kak Yani harus mentraktir temannya sesuai janjinya. Ternyata Lisa, teman Yani bersandiwara untuk terlihat pingsan, padahal mereka hanya berpura-pura untuk memberi pelajaran pada Ucup dan teman-temannya.

Minggu, 03 Oktober 2010

Pantun

Pantun Agama

Ada ikan di meja makan
Lalu dimakan oleh Pak Sahi
Banyak-banyaklah membaca Quran
Agar dapat rahmat ilahi

Makan apel di pinggir jalan
Minum air di rumah Ega
Berpegang teguh pada Al-Quran
Niscaya engkau akan masuk surga


Pantun Nasihat

Pergi ke pasar lewat gua
Pulang ke rumah lewat jembatan
Berbaktilah pada orang tua
Insyaallah di sayang Tuhan

Naik motor ke desa tamu
Di jalan ketemu sama Abdullah
Sayangilah orang tuamu
Supaya engkau di sayang Allah


Pantun Jenaka

Jalan-jalan ke Kota Riau
Hanya ingin melihat batu
Terbahak saya di saat itu
Melihat kambing bersepatu

Mencari uang sampai ke kota
Kota yang penuh dengan serangga
Bukan saya berkata dusta
Melihat kambing berolah raga


Pantun Anak-Anak

Ibu pergi ke Kota Serang
Paman pergi ke Maluku
Melihat ayah sudah pulang
Membawa oleh-oleh untukku

Beli paku di toko paku
Beli buku di toko buku
Oleh-oleh itu untukku
Sebagai hadiah ulang tahunku

Sabtu, 02 Oktober 2010

Ketika Adik Meninngal

Ketika Adik Meninggal
A. Sinopsis

Judul : Ketika Adik Meninggal
Pengarang : Sari Pusparini Soleh

Di sebuah desa, hiduplah seorang remaja bernama Sembara. Suatu senja, Ia sedang bersimpuh di depan sebuah gundukan tanah dengan hatinya pedih tak terkira, karena kematian Bagas, adik Sembara yang sangat berharga baginya. Bagas meninggal di usianya yang ke 7.

Sembara dan Bagas hanya hidup berdua. Orang tua mereka wafat saat Bagas masih kecil. Karena itu, Sembara bertekad membesarkan Bagas dengan baik sampai ia rela putus sekolah. Ia bekerja di pusat kerajinan kampung, uang yang dihasilkan sebagian untuk menyekolahkan Bagas kelak. Tapi cita-cita itu hancur. Bagas sudah meninggal karena tersengat lebah.

Sampai akhirnya, kawan Sembara yang bernama Delima sering menghibur dan menasihatinya. Namun, Sembara selalu diam dan memiringkan kepalanya dengan tatapannya yang kosong.

Di suatu malam, hujan turun deras dan petir yang menyambar-nyambar. Sembarapun bergegas ke luar rumah dan lari ke atas bukit. Ia langsung menentang Allah SWT atas kematian adiknya di bawah hujan yang deras. Tiba-tiba, sebuah kilat yang menyilaukan menyambar Sembara sampai membuatnya tak sadarkan diri.

Paginya, Sembara terbangun. Sembara kaget melihat seekor lebah mendekatinya. Sikapnya ramah seakan bersahabat dengannya. Semakin didekati oleh lebah itu, Sembara terlihat sangat ketakutan. Ternyata, Sembara bangun dalam wujud lebah. Lebah itu selalu memanggil Sembara dengan nama Nahla, sehingga Sembara pun tahu nama raga lebah yang telah dipinjamnya adalah Nahla. Maka dari itu, ia harus berhati-hati agar mereka tidak mengetahui siapa dirinya sebenarnya. Setelah Sembara mengetahui tentang dirinya Nahla, maka Sembara pun tahu nama lebah itu yaitu Nena.

Hari itu juga, puluhan ribu saudara Nena melakukan shalat sujud syukur kepada Allah SWT atas kesembuhan Nahla. Semenjak itu, Sembara memulai kehidupannya sebagai seekor lebah. Selama beberapa hari, ia berusaha mempelajari anggota tubuhnya.

Suatu hari, Sembara memulai pekerjaan. Tidak seperti biasa, Nena mengajaknya mencari makan. Mencari makan berarti Sembara harus bisa terbang, padahal seumur hidup, Sembara belum pernah terbang. Karena itu Nena heran melihatnya. Maka, Nena mengajar Sembara terbang, sampai Sembara bisa terbang dengan lancar.

Hari demi hari telah terlalui oleh Sembara. Ia mulai betah tinggal di sarang lebah. Tetapi suatu malam, Sembara bermimpi melihat Bagas. Mimpi itu mengingatkan Sembara akan tujuan awalnya. Dendamnyapun kembali meluap. Ia kembali mencari cara untuk membalas dendam kepada para lebah. Ia masuk ke dalam eraman yang tidak terjaga, lalu dihancurkan telur itu dan dibunuhlah larva yang masih ada di dalam sel. Namun, karena terlalu banyak telur dan larva, ia tak sempat membunuh semuanya.

Keesokan paginya, seluruh penghuni sarang geger saat mereka melihat banyak telur dan larva yang hancur. Sang Ratu lebahpun marah saat mengetahui hal itu dan langsung menyuruh pasukannya untuk mencari pelakunya untuk dihukum. Tetapi Sembara berbohong kepada Ratu lebah agar tidak diketahui yang lain. Ia berkata bahwa yang menghancurkan telur dan larva adalah kumbang dan lalat lebah. Dan Ratu lebah percaya pada omong kosong Sembara. Diam-diam, Nena melihat gerak-gerik Sembara. Nena merasa ada hal aneh pada Nahla.

Pada sore hari, Sembara datang ke makam adiknya. Ternyata, Nena mengikutinya secara diam-diam. Sembara berkata kepada makam Bagas bahwa ia telah membalas atas kematian Bagas kepada para lebah. Nena sangat kaget mendengarnya. Lalu, Nena terbang meninggalkan tempat itu dan mengetahui pelaku penghancur telur dan larva di sarangnya yaitu Sembara. Ia menunggu Sembara di padang ilalang. Tak lama kemudian Sembara datang yang tengah melintasi tempat itu. Akhirnya terbongkarlah rahasia Sembara oleh Nena. Lalu, Sembarapun mengaku. Nena pun bercerita alasan mengapa para lebah menyengat Bagas hingga terluka dan akhirnya meninggal. Ceritanya di mulai saat sarang lebah di lempari batu oleh Bagas dan mengenai kepala Nahla, serangan itu merupakan perang bagi lebah dan akhirnya para lebah menyengat Bagas hingga terluka parah. Sembara tertegun mendengarnya.Pada malam harinya, Sembara tertidur dan bermimpi bertemu dengan Bagas. Wajah Bagas seakan sangat ketakutan. Tiba-tiba ia terbangun dari tidurnya. Akhirnya, ia menyadiri bahwa ia telah diperbudak nafsu dan telah berbuat dosa besar.

Keesokan harinya, ia berkata kepada Nena bahwa ia telah menghapus dendamnya dan merelakan kepergian adiknya. Betapa terharu Nena mendengarnya. Ia juga meminta maaf kepada Nena dan seluruh keluarganya. Kemudian, ia pergi ke tengah ilalang dan memohon kepada Allah SWT agar wujudnya kembali seperti semula. Tiba-tiba langit menjadi mendung beserta petir yang menyambar. Petir itu menyambar tubuh Sembara, ia pun terjatuh ke ilalang. Nena melihat kejadian itu dan berpikir bahwa Sembara telah meninggal. Tak lama, Sembara terbangun dalam wujud manusia. Lalu, ia segera kembali ke rumah. Delima terkejut melihat Sembara pulang, karena ia sudah lama tak melihatnya lagi. Sebelumnya, Delima mengira Sembara telah mati. Tetapi, dia senang bisa bertemu Sembara lagi. Lalu, Sembara berkata kepada Delima bahwa ia telah menyadari kesalahannya dan berjanji tak akan pernah berbuat buruk lagi.



B. Tokoh dan Wataknya

• Sembara

Watak : a. Dermawan
b. Pendendam
c. Pembohong
d. Jujur

Alasan : a. Ia bekerja di pusat kerajinan kampung, uang yang dihasilkan sebagian untuk menyekolahkan Bagas kelak.
b. Dendamnya kembali meluap. Iapun mencari cara untuk membalas dendam kepada para lebah.
c. Tetapi Sembara berbohong kepada Ratu lebah agar tidak diketahui yang lain. Ia berkata bahwa yang menghancurkan telur dan larva
d. Lalu, Sembarapun mengaku.

Bukti : a. Halaman 10
b. Halaman 44
c. Halaman 45
d. Halaman 50


• Nena

Alasan : a) Ternyata, Nena mengikutinya secara diam-diam (1).Akhirnya terbongkarlah rahasia Sembara oleh Nena (2).

Watak : a) Cerdik

Bukti : a) Halaman 48(1) dan 50(2).


• Delima

Alasan : a) Sampai akhirnya, kawan Sembara yang bernama Delima sering menghibur dan menasihatinya.
b) Tetapi, dia senang bisa bertemu Sembara lagi.

Watak : a) Baik hati
b) Penyayang

Bukti : a) Halaman 13
b) Halaman 63



C. Tokoh Favorit

• Sembara

Alasan : Sebab walaupun Sembara pernah melakukan hal buruk dan berbuat dosa besar, akhirnya ia menyadari perbuatan buruknya dan berjanji agar tidak melakukan hal buruk lagi.



D. Pesan Pengarang

Janganlah kita berperasangka buruk dan membalas dendam kepada seseorang, yang telah melakukan sesuatu yang buruk kepada kita, karena Allah SWT lah yang berhak membalasnya.



E. Cerita Versi Saya

Di sebuah desa, hiduplah seorang remaja bernama Sembara. Suatu senja, Ia sedang bersimpuh di depan sebuah gundukan tanah dengan hatinya pedih tak terkira, karena kematian Bagas, adik Sembara yang sangat berharga baginya. Bagas meninggal di usianya yang ke 7.

Sembara dan Bagas hanya hidup berdua. Orang tua mereka wafat saat Bagas masih kecil. Karena itu, Sembara bertekad membesarkan Bagas dengan baik sampai ia rela putus sekolah. Ia bekerja di pusat kerajinan kampung, uang yang dihasilkan sebagian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan sebagian untuk menyekolahkan Bagas kelak. Tapi cita-cita itu hancur. Bagas sudah meninggal karena tersengat lebah.
Sampai akhirnya, kawan Sembara yang bernama Delima sering menghibur dan menasihatinya. Namun, Sembara selalu diam dan memiringkan kepalanya dengan tatapannya yang kosong.

Di suatu malam, hujan turun deras dan petir yang menyambar. Sembarapun bergegas ke luar rumah dan lari ke atas bukit. Ia langsung menentang Allah SWT atas kematian adiknya dan meminta agar mengubah wujudnya menjadi lebah untuk membalas dendam kepada para lebah. Tiba-tiba, sebuah kilat yang menyilaukan menyambar Sembara sampai membuatnya tak sadarkan diri.

Paginya, Sembara terbangun. Sembara kaget melihat seekor lebah mendekatinya. Sikapnya ramah seakan bersahabat dengannya. Semakin di dekati oleh lebah itu, Sembara terlihat sangat ketakutan. Ternyata, Sembara terbangun dalam wujud lebah. Lebah itu selalu memanggil Sembara dengan nama Nahla, sehingga Sembarapun tahu nama raga lebah yang telah dipinjamnya. Maka dari itu, ia harus berhati-hati agar mereka tidak mengetahui siapa dirinya sebenarnya. Setelah Sembara mengetahui tentang dirinya Nahla, maka Sembara tahu nama lebah itu yaitu Nena.

Hari itu juga, puluhan ribu saudara Nena melakukan shalat sujud syukur kepada Allah SWT atas kesembuhan Nahla. Semenjak itu, Sembara memulai kehidupannya sebagai seekor lebah. Ia berusaha mempelajari anggota tubuhnya.
Suatu hari, Sembara memulai pekerjaan. Tidak seperti biasa, Nena mengajaknya mencari makan. Mencari makan berarti Sembara harus bisa terbang, padahal seumur hidup, Sembara belum pernah terbang. Karena itu Nena heran melihatnya. Maka, Nena mengajar Sembara terbang, sampai Sembara bisa terbang dengan lancar.

Hari demi hari telah terlalui oleh Sembara. Ia mulai betah tinggal di sarang lebah. Tetapi suatu malam, Sembara bermimpi melihat Bagas. Mimpi itu mengingatkan Sembara akan tujuan awalnya. Dendamnyapun kembali meluap. Ia kembali mencari cara untuk membalas dendam kepada para lebah. Ia masuk ke dalam eraman yang tidak terjaga, lalu dihancurkan telur itu dan dibunuhlah larva yang masih ada di dalam sel. Namun, karena terlalu banyak telur dan larva, ia tak sempat membunuh semuanya.

Keesokan paginya, seluruh penghuni sarang geger saat mereka melihat banyak telur dan larva yang hancur. Sang Ratu lebahpun marah saat mengetahui hal itu dan langsung menyuruh pasukannya untuk mencari pelakunya untuk dihukum. Tetapi Sembara berbohong kepada Ratu lebah agar tidak diketahui yang lain. Ia berkata bahwa yang menghancurkan telur dan larva adalah kumbang dan lalat lebah. Dan Ratu lebah percaya pada omong kosong Sembara. Diam-diam, Nena melihat gerak-gerik Sembara. Nena merasa ada hal aneh pada Nahla.

Sore harinya, Sembara datang ke makam adiknya. Ternyata, Nena mengikutinya secara diam-diam. Sembara berkata kepada makam Bagas bahwa ia telah membalas atas kematian Bagas. Nena sangat kaget mendengarnya. Lalu, Nena terbang meninggalkan tempat itu dan mengetahui pelaku penghancur telur dan larva di sarangnya yaitu Sembara. Ia menunggu Sembara di padang ilalang. Tak lama kemudian Sembara datang. Akhirnya terbongkarlah rahasia Sembara oleh Nena. Lalu, Sembarapun mengaku. Nena pun bercerita alasan mengapa para lebah menyengat Bagas hingga terluka dan akhirnya meninggal. Sembara tertegun mendengarnya. Malamnya, Sembara tertidur dan bermimpi bertemu dengan Bagas. Wajah Bagas seakan sangat ketakutan. Tiba-tiba ia terbangun dari tidurnya. Akhirnya, ia menyadiri bahwa ia telah diperbudak nafsu dan telah berbuat dosa besar.

Keesokan harinya, ia berkata kepada Nena bahwa ia telah menghapus dendamnya dan merelakan kepergian adiknya. Betapa terharu Nena mendengarnya. Ia juga meminta maaf kepada Nena dan seluruh keluarganya. Kemudian, ia pergi ke tengah ilalang dan memohon kepada Allah SWT agar wujudnya kembali seperti semula. Tiba-tiba langit menjadi mendung beserta petir yang menyambar. Petir itu menyambar tubuh Sembara, ia pun terjatuh ke ilalang dan menjadi tak sadarkan diri .


Saat Sembara terbangun dari komanya, ia sedang di kamar tidur dan dikelilingi banyak orang. Dan orang-orang itu adalah orang yang telah menolong Sembara setelah tersambar petir. Ternyata peristiwa tadi yang terjadi saat ia menjadi lebah adalah sebuah mimpi dalam komanya. Akhirnya ia menyadari kesalahan-kesalahannya selama ini, apalagi sejak Bagas meninggal. Sekarang, ia sudah merelakan kepergian adiknya. Sejak saat itu, Sembara tidak ingin membalas dendam lagi dan sudah lebih rajin ibadah.

Berbalas Pantun


1.    A.       Ada anak sedang menyanyikan

                  Lagu tentang si Jamilah
 
            Apa yang kamu lakukan,                            
            Saat liburan sekolah?                                      


B.        Anak kecil berbuat salah
   
     Dan dimarahi oleh ibu

     Yang ku lakukan adalah, 
  
     Bermain dan membantu ibu


2. A.   Kapal berlabuh dengan cepatnya   
                  Lalu sampai ke kota Lamu                       
                        
                        Hai kesini ku ingin bertanya                     
                        Dimanakah letak rumahmu?                    
                
                B.     Seseorang minum jamu 

                         Setelah itu memotong kuku
 
                         Akan ku jawab pertanyaanmu

                         Cilandaklah letak rumahku
 
  3.    A.      Rajin belajar setiap hari                        
                         Tapi jangan lupa berdoa                             
                         Kamu yang sedang berlari-lari,                     
             Sudahkah kamu membaca doa?

      
   B.       Seorang pelajar membaca buku
                   
             Sampai ia lupa waktu
             Tentu saja sahabatku
         
             Aku selalu melakukan itu

4.    A.        Ada anak bernama Ayi                      
             Ia sangat suka sekolah                                
                         Pelajaran apa yang kau sukai,                    
                         Saat belajar disekolah?                               

           B.          Seseorang bernama Rai
                         Dan adiknya bernama Tia
                         Pelajaran yang ku sukai,           
                         
                         Yaitu Bahasa Indonesia