Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Oktober 2010

Sinopsis ke-2

Judul         : Oleh-Oleh Dari Singapura
Pengarang : Aida Hakim

              Vivi adalah sahabatku. Setiap Paman Adi pergi ke luar negeri, pasti Vivi selalu mendapat oleh-oleh. Kali ini, Paman Adi pergi ke Singapura dan ia memberikan seperangkat alat tulis bergambar Wnnie The Pooh. Dan aku paling suka dengan penggarisnya. Di dalam penggaris itu terdapat manik-manik  yang lucu. Sudah 2 hari, Vivi menunjukkan alat tulis Winnie The Pooh itu, tiba-tiba Vivi kaget karena penggarisnya hilang. Sebelumnya, Vivi mengira penggaris itu tertinggal di rumahnya, setelah di cari ternyata tidak ada. Vivi menyuruhku untuk mencari di buku-bukuku karena mungkin terselip. Sebenarnya ia tidak menuduhku. Setelah sampai di rumah, aku memandangi penggaris Winnie The Pooh yang dimiliki Vivi. Sebenarnya, penggaris itu tidak hilang, tetapi aku yang mengambilnya waktu tertinggal 2 hari yang lalu di mejanya. Pertamanya, aku ragu untuk mengembalikan ke Vivi, karena Vivi sahabatku yang baik, aku putuskan akan mengembalikannya besok.

Jumat, 08 Oktober 2010

Berita

Kehabisan Stock Vaksin

                Kehabisan stock vaksin di 23 Provinsi dari 33 Provinsi di Indonesia. Bahkan Dinas Kesehatan sudah memeriksanya di 23 Provinsi tersebut. Kejadian ini terjadi di awal Februari. Maka dari itu, saat ini sedang dilakukan proses tender, walaupun proses ini belum selesai. Kejadian ini terjadi karena vaksin anggaran tahun 2006 sudah habi. Dan di Bandung, Jawa Barat stock vaksin sudah hampir habis , walaupun masih ada beberapa vaksin yang masih tersedia. Walau begitu, vaksin DPTHB masih ada untuk 3 bulan ke depan.
1. Apa yang terjadi ?  Kehabisan stock vaksin di 23 Provinsi di Indonesia.
2. Siapa yang telah memeriksa vaksin di provisi-provinsi tersebut ? Dinas Kesehatan.
3. Kapan terjadi peristiwa itu ? Awal Februari.
4. Di mana vaksin telah habis ? Di 23 Provinsi.
5. Bagaimana cara menanggulanginya ? Proses tender sedang dilakukan, tetapi belum selesai.
6. Mengapa peristiwa itu terjadi ? Karena vaksin anggaran tahun 2006 habis dan proses tender belum selesai.

Kamis, 07 Oktober 2010

Pengumuman

Pengumuman

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepada para peserta ekskul futsal, diharapkan datang untuk latihan persiapan Futsal Cup yang akan dilaksanakan pada :

hari dan tanggal    : Minggu, 10 Oktober 2010
waktu                   : Pukul 08.00 s.d 12.00
tempat                 : Lapangan sekolah

Demikian pengumuman ini saya sampaikan. Terima Kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


                                                                                     Pembimbing Ekskul Futsal

Puisi

Cinta Demokrasi

Wahai Pahlawanku .....
Engkau telah gigih menegakkan demokrasi
Engkau telah membangun negeri ini
Dengan demokrasi


                                                                Oh Pahlawanku .....
                                                                Dengan perjuangan,negara ini bangun
                                                                Dengan semangatmu,negara ini bangkit
                                                                Perjuangan demokrasimu takkan kami lupakan
Hai Pahlawanku .....
Atas keberanianmu berdemokrasi
Kami sadar,kamijuga harus berdemokrasi
Dengan keberanianmu sepertimu


                                                                   Pahlawan .....
                                                                   Terima kasih atas jasa-jasa demokrasimu
                                                                   Kami berjanji,kami akan selalu berdemokrasi
                                                                   Untuk Indonesia yang lebih baik

Selasa, 05 Oktober 2010

Sinopsis

Judul        : Petasan
Pengarang : Benny Ramdani

            Suatu hari, cuaca di luar tampak cerah, tetapi wajah Tika kelihatan mendung. Pelan-pelan, ia mendekati kakaknya yang bernama Yani yang sedang sibuk dengan komputernya. Ternyata Tika hanya mau bicara kalau dia mau ikut Sholat Tarawih di kampus kakaknya. Saat bicara pada kakaknya, ia merasa kecewa, Tika mendapat jawaban kalau dia tidak boleh ikut Sholat Tarawih di kampus kakaknya. Tika menangis dan mengancam kalau dia tidak mau Sholat Tarawih lagi. Akhirnya Yani tidak tega melihat adiknya menangis dan akhirnya Yani membatalkan Sholat Tarawih di kampus, ketika di tanya alasan kenapa tidak berani Sholat Tarawih di masjid dekat rumahnya ? Ternyata alasannya karena takut terkena lemparan petasan. Menjelang buka puasa, 2 orang teman sekampus Yani datang berkunjung, mereka hanya mau mencicipi kolak pisang buatan Ibunya Yani. Akhirnya kedua temannya di ajak pergi Sholat Tarawih.

               Di perempatan jalan, Tika melihat segerombolan laki-laki yang di pimpin oleh Ucup yang sedang siap-siap mengganggunya. Tapi, tak satupun diantara mereka yang mulai menyalakan petasan. Sampai di masjid, mereka aman tidak diganggu oleh gerombolan Ucup. Tapi ternyata dugaan Tila meleset, pulang dari masjid di perempatan jalan gerombolan Ucup menyalakan petasan rentet. Tar........ . Suara petasan rentet itu terdengar keras saat menyala. Yang membuat Tika panik, teman kakaknya yang bernama Lisa sedang memegang dadanya, kemudian terjatuh pingsan. Mereka bertiga berteriak minta tolong, kejadian itu berlanjut hingga esok harinya, entah siapa yang melaporkannya, Ucup dan gerombolannya mendapat teguran langsung dari Pak RT. Sehingga Ucup sudah tidak berani lagi bermain petasan. Tika berterima kasih kepada Kak Yani. Sekarang Tika pergi Sholat Tarawih tanpa gangguan petasan. Sementara Kak Yani harus mentraktir temannya sesuai janjinya. Ternyata Lisa, teman Yani bersandiwara untuk terlihat pingsan, padahal mereka hanya berpura-pura untuk memberi pelajaran pada Ucup dan teman-temannya.