Jumat, 17 Juni 2011

Tinggal menunggu

Hari ini hari sabtu. Kemarin sportivelabs udh selesai sama udh di tutup. Sekarang tinggal nunggu refleksi sama bagi rapot.Gw berharap semoga nilai rapotnya bagus. Amin.

Rabu, 15 Juni 2011

Love your class

Hari ini masih sportivelabs. Tadi gw ikut yang love your class. Love your class itu ngebersihin kelas gitu, tapi bawa alat-alatnya sendiri, kaya sapu , pel , lap. Anggotanya sebenernya ada 8, ada gw, ezza, adi, afi, fakhri, mia, nadya, inez. Tapi, yg dateng cuma lima. afi ga masuk soalnya katanya sakit. mia juga ga masuk. udah gitu fakhri kan capol, jadi ngurusin tongkatnya gitu. Tapi, inez gantiin mia. jadi yang ngebersihin kelas itu ada 6 org. Udh gitu, semuanya ga ada yg bawa alatnya. Ezza semalem gw telpon katanya mw bw sapu. tp, td dia ga bw. Cuma gw doang yang bawa. itu juga cuma kemoceng sama lap. Ya.. jadi, tadi di kelas kaya 6 orang bopung tersesat membersihkan kelas. Ok cukup dulu untuk post ini. See you at next post.

Selasa, 14 Juni 2011

Kemaren menang, hari ini kalah

Setelah menghadapi cobaan (baca : ulum) selama 6 hari dari hari senin sampe sabtu ,akhirnya bebas juga. Jadi, minggu ini ngga ada KBM lagi, tapi adanya sportivelabs. Kemaren, kan ada lomba dodgeball, dan alhamdulillah 7C bisa jadi juara 2. "JUARA DUA". Woow!!! Prestasi yang membanggakan. Gw sebagai pemainnya ngerasa bangga akhirnya jadi juara. Layaknya Colombus menemukan Amerika. Sebenernya sih nggak nyambung ama si Colombus. Intinya sih gw seneng aja. Tapi tadi main galasin, 7C kalah. Sedih ya :'(  Udah gitu rifaa katanya tangannya patah. GWS ya Rifaa! udah gitu aja dulu post kali ini.

Senin, 23 Mei 2011

2 minggu lagi ulum

Setelah beberapa bulan ga ngepost, akhirnya sekarang kesampean juga. Terakhir ngepost bulan maret, sekarang udah bulan mei. Oiya, tanggal 6 juni itu ulum semester 2. Jadi tinggal 2 minggu lagi belajar di sekolah, abis itu langsung ujian. Oh yes!!! Waktu tinggal dikit lagi. Ya udah doain ya buat ulum nanti. Hahaha..

Kamis, 31 Maret 2011

ALL IS OVER !!!

YIIPPY!!! Liburan full minggu ini. Semuanya udah selese. LDKS, UHBT , ACEX LABSPART semuanya selese. Intinya minggu ini liburan. Yaaa, walaupun gw ga direkom LDKS, gw pasrah aja ama yg di atas. Oke, pada intinya gw harus memanfaatkan waktu spesial ini dengan istirahat, istirahat, dan satu lagi.... ISTIRAHAT (kayanya sama aja dari tadi). Gw ga tau harus ngapain sekarang. Gw baca komik, ga boleh . Gw dikamar main hp, ga boleh. Gw merasa liburan ini kaya puasa kegembiraan. Udah, itu dulu kali. Lain kali curhat lagi. udah dulu ya.

salam,

lumba-lumba makan pisang

Selasa, 15 Maret 2011

DORAEMON TAMAT

AKU INGIN BEGINI

  AKU INGIN BEGITU ...
INGIN INI ITU BANYAK SEKALI .....




sumber : http://nyontekdisini.blogspot.com/2011/03/doraemon-tamat-sedih-bgt-kisahnya-gan.html

Sabtu, 12 Maret 2011

PUISI "HAMPA"


PUISI
A.     PUISI

HAMPA

kepada sri

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.

Karya : Chairil Anwar


B.      Parafrase

HAMPA

kepada Sri

Keadaan amat sepi di luar sana. Keadaan sepi itu menekan dan mendesak.
Lurus kaku pepohonan disana. Pepohonan itu tak bergerak sampai ke puncaknya. Sepi itu memagutku, tak satu kuasapun dapat melepas dan merenggutnya dariku. Segalanya hanya menanti. Menanti, dan menanti lagi. Menanti dalam sepi. Di tambah lagi dengan keadaan saat ini, menanti jadi malah mencekik. Memberatkan dan mencekungkan pundakku. Sampai binasa segala-galanya. Itu pun belum apa-apa, bahkan udara pun telah bertuba. Setan pun bertempik sorak. Ini, peraan sepi ini terus saja ada. Dan aku masih tetap menanti.


C.      Amanat / Pesan Pengarang

Walaupun hidup ini berat, tapi jalanilah hidup dengan bersabar, tabah dan menyerahkannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.


D.    Tanda Membaca Pada Puisi

HAMPA                                                                                   (Rendah)

kepada sri                                                                             (Rendah)

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.                   (Rendah)
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak                            (Rendah)
Sampai ke puncak. Sepi memagut,                           (Rendah)
Tak satu kuasa melepas-renggut                                (Rendah)
Segala menanti. Menanti. Menanti.                         (Rendah)
Sepi.                                                                                       (Rendah)
Tambah ini menanti jadi mencekik                           (Rendah)
Memberat-mencekung punda                                    (Rendah)
Sampai binasa segala. Belum apa-apa                     (Rendah)            
Udara bertuba. Setan bertempik                               (Rendah)
Ini sepi terus ada. Dan menanti.                                (Rendah)


Sabtu, 26 Februari 2011

Andai Al-Quran Bisa Berbicara

Andai Al-qur'an bisa bicara ia akan berkata :

"Waktu kau masih anak-anak, kau bagai teman sejati Ku, dengan wudhu kau sentuh aku , dalam keadaan suci kau pegang-pegang aku, kau baca dengan lirih dan terkadang cukup keras. Sekarang kau telah dewasa, nampaknya kau sudah tidak berminat lagi padaku, apakah aku hanya bacaan usang? Yang kini kini tinggal sejarah ? Sekarang kau simpan aku dengan rapi, kau biarkan aku sendiri. Aku menjadi kusam dalam lemari hingga betahun-tahun lamanya, berlapis debu, dimakan kutu. Aku mohon peganglah aku lag, bacalah aku setiap hari, karena aku akan jadi penerang dalam KuburMu."





 sumber: X-File 

Sabtu, 19 Februari 2011

Wawancara Dengan Prof. dr. Djoko Rahardjo, SpB, SpU



           Pada Hari Jumat, 28 Januari 2011, saya, Irfan, Hakim, Ezza, Nadya, Riana, dan Adi pergi ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) pukul 15.30 sore naik mobilnya Ezza, kecuali Nadya yang naik mobilnya sendiri. Sesampainya di sana, kami mencari ruangan Bapak Djoko Rahardjo. Beliaulah yang akan kami wawancara. Setelah ketemu ruangannya, kami langsung masuk. Di dalam ruangannya, tidak ada Pak Djoko. Tetapi ada asistennya yang bernama Mas Tyo. Kata Mas Tyo, Pak Djoko Rahardjonya belum datang dan masih dalam perjalanan menuju RSPP. Sambil menunggu Pak Djoko Rahardjo, kami ngobrol sebentar dengan Mas Tyo.

           Tidak lama kemudian Pak Djoko Rahardjo datang. Kami pun salim dengannya. Setelah itu, kami mempersiapkan peralatan seperti handycam, kamera, dan naskah pertanyaannya. Akhirnya wawancara dengan Pak Djoko Rahardjopun di mulai.

           Nama lengkapnya adalah Prof. dr. Djoko Rahardjo, SpB, SpU. Beliau lahir tahun 1940. Bapak Djoko Rahardjo adalah seorang dokter spesialis urologi. Yang belum tahu apa itu urologi,   ini : Urologi berasal dari kata Logos yang artinya ilmu; sedangkan Uro = Urine = kencing. Maka, Urologi adalah ilmu yang mempelajari saluran kemih dan saluran keturunan pria dan saluran kemih wanita. Pak Djoko mempunyai 2 anak, yaitu Susi dan Joko. Cita-cita Pak Djoko Rahardjo adalah tentara. Tetapi, ayahnya menyarankan supaya jadi dokter saja, makanya sekarang Pak Djoko menjadi seorang dokter. Selain itu, beliau juga menjadi Koordinator Tim Spesialis.

            Menurut beliau, tingkat kesehatan masyarakat Indonesia baik. Hal ini terbukti angka harapan hidup masyarakat Indonesia naik dari 65 tahun menjadi 73 tahun. Selain itu menurutnya juga usaha-usaha yang harus di lakukan pemerintah terkait dengan pelayanan kesehatan masyarakat tidak mampu adalah pemerataan ekonomi, kalau gizi bagus nanti akan jarang sakit. Karena sebelum pencegahan harus dilakukan promotion of health. Contohnya kebiasaan minum susu orang Indonesia masih kalah dengan orang Bangladesh. Orang Bangladesh minum susu rata-rata 20 liter/tahun, sedangkan orang Indonesia hanya 7-8 liter/tahun.

             Sebagai dokter, harapan Pak Djoko Rahardjo terhadap masalah kesehatan Indonesia adalah ekonomi baik; puskesmas mempunyai peralatan bagus, bukan hanya di kota-kota besar saja. Jumlah tenaga spesialis diperbanyak, sampai di Puskesmas.

             Akhirnya wawancarapun selesai. Kami langsung berfoto-foto. Setelah itu, kami pamit kepada Bapak Djoko Rahardjo dan Mas Tyo untuk pulang.



Pak Djoko Rahardjo


Pak Djoko Rahardjo


Pak Djoko Rahardjo


Pak Djoko Rahardjo & Mas Tyo

Pak Djoko, Mas Tyo, Reza, Irfan, Riana, Adi, Hakim, Ezza, Nadya

Pak Djoko, Ezza, Reza, Irfan

Hakim, Adi, Reza, Riana, Pak Djoko, Nadya, Irfan, Ezza








Minggu, 06 Februari 2011

Wawancara Dengan Pengemudi Bajaj


          Pada Hari Kamis, 27 Januari 2011, saya, Irfan, Riana, dan Ezza pergi ke rumah Riana tepatnya di Jl. Duta Permai V untuk mengerjakan tugas wawancara dengan masyarakat awam. Sebetulnya ada lagi anggota kelompok saya, yaitu Hakim, Adi, dan Nadya. Tetapi, mereka tidak datang karena ada halangan. Nah, kebetulan Riana mempunyai pengemudi bajaj langganannya, ia bernama Pak Darsono. Katanya, Riana telah membuat janji dengan Pak Darsono beberapa hari yang lalu.
          Kami berangkat ke rumah Riana dari sekolah naik mobilnya Irfan sekitar pukul 15.30 sore. Sesampainya, di rumah Riana, ternyata pengemudi bajajnya sudah datang duluan. Kami langsung menyiapkan meja, kursi, dan perlengkapan lainnya. Setelah itu kami langsung mewawancarainya.
           Pengemudi bajaj itu bernama Darsono. Atau biasa dipanggil Pak Dar. Ia berumur 50 tahun, dan lahir pada tanggal 15 Oktober 1960. Pak Darsono mempunyai 2 anak. Anak yang pertama bernama Ari Kurniawan dan anak yang kedua bernama Ema. Pak Darsono menjalani profesi sebagai pengemudi bajaj sejak tahun 1980. Menurutnya, menjadi pengemudi bajaj banyak suka dan dukanya juga. Selain itu, Pak Darsono berpesan supaya bajaj agar tetap ada, karena bajaj terjangkau untuk semua orang.

           Selesai wawancara, kami berfoto-foto bersama Pak Darsono dan bajajnya.

Reza & Pak Darsono
Saat mewawancarai Pak Darsono

Pak Darsono & Bajajnya

Pak Darsono


Irfan, Pak Darsono, Bajaj Pak Darsono, Riana, Reza